Jumat, 02 September 2011

Untuk Insan yang Merindu

Puisi Rindu Karsono H. Saputra

INI MALAM
ini malam
rinduku menggantikan kehadiranku
mengajakmu menatap hitamnya langit
dan menjejaki sepi
ini malam
kuharap bayangmu datang
menemaniku menghitung sepi
dan menunggu datangnya matahari

RINDUKU KUSUT MASAI
rinduku kusut masai
terlempar dari beranda rumahmu
kau bilang tak memerlukannya lagi
aneh!
bukankah kau mengundangnya sepekan lalu?
RINDU TAK BERTEGUR SAPA
lama rindu kita tak bertegur sapa
padahal tak ada sengketa
atau, mungkin sejenak perlu jeda
maka biarkan apa adanya
karena cuma matahari yang bisa memaksa
: rindu berpagut, atau
rindu terburai
RINDU BERSIMPANG JALAN
aku setuju rindu ini cuma milik kita
tetapi rindu yang kemarin kukirim, pulang dengan tangan hampa
adakah kau sengaja tak mengirim pesan, atau
rindu kita bersimpang jalan
RINDUKU TERTUSUK
rinduku menyibak malam
menabrak pintu rumahmu
terpelanting, dan rebah
rinduku tersuruk di rumpun ilalang kering, tercabik2
dan, selamat jalan
mudah2an mimpimu lebih indah
KUTUANG RINDU
kutuang rindu di cawan cintamu
agar kau selalu bisa berkaca
bahwa aku tetap menantimu
di batas waktu yang kita sepakati
berdua
KUTIMANG RINDU
kutimang rindu di reruntuhan asa
saat kau tolak anyelir di penghujung senja
ini rindu, mesti kutelan dalam
supaya tak menggelayuti atau melibatku
sebab, malam masih panjang
dan aku harus kembali menghitung bintang
RINDUKU
rinduku membakar langit mencolok bintang
tapi tak jua menyentuh langit2 hatimu
dan,
kupendam rinduku dalam2
sampai pintumu tebuka untuk salamku
RINDU BERMAKNA
Kupercayakan rindu ini pada mu
yang mengubah dendam menjadi persahabatan
yang membasuh luka dengan tawa
yang mengisi sepi dengan hati
semoga rindu kita bermakna
KU INGIN
saat rindu menyergap, kadang
ku berfikir ingin aku menjadi sepotong debu saja
yang menempel di ujung rambutmu, supaya
aku ada dimanapun kau berada
Purwawacana – RINDU MENYIBAK MALAM
malam menjemput sepi
sepi menjemput rindu
dan rindu itu
menggairahkan sekaligus membosankan
mengasyikkan sekaligus menyebalkan
kebahagiaan sekaligus penderitaan
pemuliaan sekaligus perbudakan
maka
tergantung bagaimana memperlakukan rindu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar